Rabu, 27 April 2016

Interior Gateway protocol atau IGP dan Eksterior Gateway Protocol atau EGP

IGP

An autonomous system (AS), otherwise known as a routing domain is a collection of routers under the same administration. A typical example is the company's internal network and the Internet service provider, because the Internet is based on the concept of an autonomous system, two types of routing protocols needed interior and exterior routing protocol
IGP is used for routing between autonomous systems routing between autonomous systems
EGP is used for routing between autonomous systems routing between autonomous systems.

Characteristics of IGP and EGP Routing protocol
IGP is used for routing within a single domain routing networks that are within the control of a single organization
EGP on the other hand is designed for use between different autonomous systems which are under different administrative control.
Specific examples of IGP protocols include Open Shortest Path First (OSPF), Routing Information Protocol (RIP) and Intermediate System to Intermediate System (IS-IS).

Conversely, the exterior gateway protocol used to exchange routing information between autonomous systems and rely on doctors to complete the route within the autonomous system.

Minggu, 24 April 2016


INILAH DIA KASIR CANTIK YG MENGHEBOHKAN PELANGGAN , SITI ROHMAH NAMA NYA HEHEHE



Seorang kasir cantik di Indomaret bernama Siti Rohmahmendadak membuat heboh dunia maya.Banyak foto selfienya tersebar dan menjadi viral serta mengundang komentar banyak netizen.

Berawal dari iseng mengunggah foto, ternyata membuat Siti Rohmah ini menjadi idola banyak orang. Tak harus menunggu lama setelah mengupload foto unyunya, Siti rohmah langsung dibanjiri dengan like dari para netizen yang terkesima dengan kecantikannya.

Berdasarkan pemantauan, di Facebook dan Instagram banyak tersebar foto Siti Rohmah.
Di Instagram, Siti Rohmah memiliki akun bernama @Sitiinews. Pengikutnya pun sudah mencapai 11.200 followers.

Seorang pemilik akun Instagram bernama Ali_nursolih menyebut Siti Rohmah bertugas di sebuah minimarket kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat.

Gadis yang hobi selfie ini memang berparas cantik. Tak jarang para follower di akun instagramnya bertanya-tanya di manakah Siti bertugas. Banyak yang penasaran dengan keberadaanya, namun Siti dikenal tidak suka mengomentari foto yang sudah diunggah di jejaring
Instagram tersebut.

Saking cantiknya, tak jarang pula followernya yang bercanda mengomentari foto cantik Siti. "Kalau gini caranya. Makin rajin ke Indomaret gw haha" tulis akun @fathulhakim.

Tidak hanya itu, bahkan sebuah situs lelucon pernah membuat foto percakapan kocak menggunakan foto Siti.

Petugas Kasir: Kembaliannya mas..
Pelanggan: Gak usah, ditabung aja buat kita nikah nanti..
Petugas Kasir: Sipp mas.

Tak hanya foto Siti Rohmah dalam versi berseragam Indomaret. Ada juga foto lain yang diunggah Siti rohmah saat memakai hijab. Terlihat dalam balutan hijab wajah Siti Rohmah yang begitu cantik. Maka tak ayal jika banyak orang yang memfollow Facebook dan instagram Siti Rohmah ini

Berikut beberapa foto Siti yang bakal bikin pelangganya berpikir dua kali menerima uang kembalian.

Sumber :tribunnews.com




Rabu, 20 April 2016

PENULISAN SUBNETTING

PERHITUNGAN SABNETTING 

Subnetting adalah proses memecah IP  jaringan ke sub menjadi bagian yang lebih kecil atau b iasanya disebut subnet.
IP Address adalah alat yang digunakan untuk paket data agar mencapi tujuan.
Penghitungan subnet bisa dilakukan dengan dua carara yaitu dengan cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat.
Subnet mask adalah bagian IP address yang bisa menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan
Ada 4 masalah dalam penghtungan subneting yaitu ;
1)      Jumlah host per subnet
2)      Jumlah subnet
3)      Blok subnet
4)      Dan alamat host-broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, 24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
di bawah ini beberapa subnet mask yang bisa digunakan subnetting
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A 
 Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
ini contoh dari subnetting :
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1.     Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2.     Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
3.     Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya subnetting ini akan  mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Subnetting ini akan dipisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dan seterusnya.


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
 Subnetting seperti apakah yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan:  Sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. 
1.     Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2.     Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3.     Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
1.     Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
Jika sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

SEMOGA BERMANFAAT .

Rabu, 13 April 2016

Ulasan singkat tentang Algoritma Djidstra

  • Pengertian tentang algoritma Djigstra
Saat ini sudah banyak algoritma yang bisa digunakan untuk menemukan pencarian rute terpendek, dan tidak bisa di pungkiri Djikstra masih menjadi salah satu yang populer dari sekian banyak algoritma tersebut. Pada postingan kali ini kita akan membahas mendetail mulai dari apa itu algoritma djikstra dan dan bagaimana cara kerja algoritma djikstra.

  • Edsger Dijkstra
Algortima ini ditemukan oleh Edsger W. Dikstra dan di publikasi pada tahun 1959 pada sebuah jurnal Numerische Mathematik yang berjudul “A Note on Two Problems in Connexion with Graphs“[1]. Algoritma ini sering digambarkan sebagai algoritma greedy (tamak). Sebagai contoh, ada pada buku Algorithmics (Brassard and Bratley[1988, pp. 87-92])
Djikstra merupakan salah satu varian bentuk algoritma popular dalam pemecahan persoalan terkait masalah optimasi pencarian  lintasan terpendek sebuah lintasan yang mempunyai panjang minimum dari verteks a ke z dalam graph berbobot, bobot tersebut adalah bilangan positif jadi tidak dapat dilalui oleh node negatif. Namun jika terjadi demikian, maka penyelesaian yang diberikan adalah infiniti (Tak Hingga). Pada algoritma Dijkstra, node digunakan karena algoritma Dijkstra menggunakan graph berarah untuk penentuan rute listasan terpendek. Berikut Pseudo Code dan Flowchart Algoritma Djikstra:
Djikstra Flowchart

  • Implementasi Djikstra
Algoritma ini bertujuan untuk menemukan jalur terpendek berdasarkan bobot terkecil dari satu titik ke titk lainnya. Misalnya titik mengambarkan gedung dan garis menggambarkan jalan, maka algoritma Dijkstra melakukan kalkulasi terhadap semua kemungkinan bobot terkecil dari setiap titik.


  • Cara Kerja
  
Cara kerja  Algoritma dijkstra memakai strategi greedy, dimana pada setiap langkah di pilih sisi dengan bobot terkecil yang menghubungkan sebuah simpul yang sudah terpilih dengan  simpul yang sudah terpilih dengan simpul lain yang belum terpilih.
            Algoritma Dijkstra membutuhkan parameter tempat asal dan tempat tujuan. Hasil akhir dari algoritma ini adalah jarak terpendek dari tempat asal ke tempat ujuan beserta  rutenya.

Untuk bisa menerapkan algoritma ini dibutuhkan beberapa data yang harus disiapkan, yaitu :
  1. Beberapa Titik/simpul/daerah, titik/simpul/daerah yang bisa dijangkau secara langsung, dan juga jarak antara mereka.
  2. Titik/simpul/daerah awal.
  3. Titik/simpul/daerah tujuan.
Jika dicontohkan dengan gambar grafik akan seperti ini :

Titik A adalah titik awal dan titik F adalah titik tujuan. Kemudian kita akan mencari rute manakah yang harus dilewati dan memilik total jarak yang paling dekat. Untuk bisa mendapatkan rute itu, maka grafik diatas ditambahkan beberapa kotak untuk mengisi beberapa label. Seperti ini :


Penjelasannya adalah : 
 

Setelah itu ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu :
  1. Mengisi kotak label pada titik awal dengan label urutan 1 dan label jarak 0.
  2. Menetapkan label jarak sementara untuk semua titik yang dapat dihubungi langsung dari awal.
  3. Pilih titik dengan label jarak sementara terkecil dan menuliskan nilainya di label jarak, serta tambahkan label urutan-nya.
  4. Masukan label jarak sementara pada setiap titik yang belum memiliki label urutandan label jarak dan dapat dihubungi langsung dari titik yang baru saja ditulis label jarak dan label urutan-nya. nilainya diisi dengan total dari label jarak dari titik sebelumnya dan jarak dari titik tersebut. Jika label jarak sementara di titik tersebut sudah memiliki nilai, maka harus diganti hanya jika nilai yang baru lebih kecil.
  5. Pilih titik dengan label jarak sementara terkecil dan menggunakan label jarak sementara-nya sebagai label jarak dari titik tersebut, serta tambahkan label urutan-nya.
  6. Ulangi langkah 4 dan 5 hingga titik tujuan memiliki label jarak dan label urutan.
Maka pada langkah pertama adalah Mengisi kotak label pada titik awal dengan label urutan 1 dan label jarak 0.

Kemudian mengisi label jarak sementara titik yang dapat dihubungi langsung dari titik Ayakni titik BC, dan E.

Maka yang terpilih adalah titik B karena memiliki label jarak sementara terkecil, dan mengisi nilai label jarak-nya sama dengan label jarak sementara serta memberikan label urutan-nya.
 
 

Selanjutnya mengisi label jarak sementara titik yang belum memiliki label jarak dan dapat dihubungi langsung dari titik B yakni hanya titik C. Label jarak sementara titik C diisi dengan total jarak dari titik A sampai ke titik C yang melalui titik B, yakni 4 + 2 = 6. Namun sebelumnya nilai label jarak sementara-nya titik C sudah ada dan lebih kecil (5), jadi label jarak sementara-nya tidak diganti dan tetap bernilai 5.

Langkah selanjutnya adalah memilih label jarak sementara terkecil. Karena titik E dan titik Cmemiliki label jarak sementara yang sama yakni 5, maka bisa memilih salah satu dari kedua titik tersebut. Misalkan titik C yang dipilih, maka berikan label jarak dan label urutan-nya.

Kemudian titik yang dapat dihubungi secara langsung dari titik dan belum memilik label jarak adalah titik E dan D. Titik E => 5 + 1 = 6, lebih besar jika dibandingkan dengan nilailabel jarak sementara yang dimiliki oleh titik sebelumnya (5), maka nilai 6 diabaikan dan tetap diisi 5. Titik D => 5 + 2 = 7, maka langsung saja label jarak sementara titik D diisi dengan 7.
 

Selanjutnya titik E terpilih karena memiliki label jarak sementara terkecil. Berikan label jarak dan label urutan-nya.

Dan titik F dan adalah titik yang dapat dihubungi secara langsung dari titik dan belum memilik label jarak. Titik F => 5 + 3 = 8 dan langsung diisikan kedalam label jarak sementara-nya. sedangkan titik D => 5 + 1 = 6 dan lebih kecil dari pada nilai sebelumnya yaitu 7, maka nilai label jarak sementara-nya diganti dengan 6.

Maka titik D terpilih karena memiliki label jarak sementara terkecil. Berikan label jarak danlabel urutan-nya.

Titik adalah titik terakhir yang dapat dihubungi secara langsung dari titik dan belum memilik label jarak serta merupakan titik tujuan. Titik F => 6 + 1 = 7 dan lebih kecil dari pada nilai sebelumnya yaitu 8, maka nilai label jarak sementara-nya diganti dengan 7.

Karena titik F adalah stu-satunya titik terakhir yang belum mempunyai label jarak dan label urutan. maka lansung saja berikan nilai label jarak dan label urutan-nya. Dengan begitu titiktujuan sudah memiliki label jarak dan label jarak sementara.

Cara mengetahui rute yang harus dilewati
Untuk mengetahui rute manakah yang harus dilewati adalah dengan menelusuri kembali dari titik tujuan ke titik awal. tuliskan label jarak di samping setiap titik.

Titik mana sajakah yang dapat dihungi langsung dari titik F ?, Yakni titik dan D. maka, untuk menentukan titik manakah yang seharusnya dilewati adalah dengan cara mengurangkan label jarak titik dengan jaraknya ke titik tujuan serta label jarak titik tersebut. jika hasilnya kurang dari 0 maka titik tersebut tidak layak untuk dilewati, dan jika hasilnya lebih dari 0 serta lebih mendekati 0 maka titik tersebut yang seharusnya dilewati.

Langkah pertama :

Langkah kedua :

Langkah ketiga :

Dengan begitu diketahui rute yang harus dilewati dan memiliki jarak terpendek dari titik Amenuju titik F adalah A -> E -> D -> F



C.     Penerapan Algoritma Dijkstra
 
(Penerapan  Algoritma Dijkstra pada Jaringan Komputer)
Mencari lintasan terpendek  dari router asal ke router tujuan dapat diartikan sebagai menentukan lintasan terpendek dari simpul asal ke simpul tujuan di dalam graf yang merepresentasikan jaringan komputer tersebut. Algoritma Dijkstra adalah algoritma yang banyak digunakan untuk mencari lintasan terpendek.

Note : Bahkan menurut Andrew Goldberg, peneliti utama di Microsoft Research Silicon Valley, mengatakan ada banyak alasan mengapa peneliti terus mempelajari masalah pencarian jalan terpendek.
Jalan terpendek adalah masalah optimasi yang relevan untuk berbagai macam aplikasi, seperti jaringan routing, game, desain sirkuit, dan pemetaan,” – Goldberg. “Industri selalu datang dengan aplikasi baru sepanjang waktu, membuat parameter yang berbeda untuk tiap masalah.
Teknologi dengan lebih banyak kecepatan dan kapasitas memungkinkan kita untuk memecahkan masalah yang lebih besar, sehingga dalam lingkup masalah jalan terpendek maka akan selalu ada optimasi.